SUKSES

Friday, May 25, 2018

Strategi Dakwah Islam di Indonesia

   Pada kali ini saya akan membahas mengenai Strategi Dakwah Islam di Indonesia yang dimana Strategi dakwah Islam di Indonesia bukan dengan melalui peperangan ataupun dengan penjajahan, melainkan  Islam berkembang dan tersebar di indoneasia justru dengan cara damai dan persuasif berkat kegigihan para ulama, paling tidak terdapat beberapa cara yang dipergunakan dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian atau budaya dan tasawuf.
  • Perdagangan
  Berdasarkan data sejarah, perdagangan merupakan media dakwah yang paling banyak dilakukan oleh penyebar Islam di Indonesia. hal ini dapat kita lihat dari adanya kesibukan lalu lintas perdagangan  pada abad ke-7 M hingga abad ke-16 M, jalur ini dimungkinan karena orang-orang Melayu telah lama menjalani kontak dagang dengan orang Arab, apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan samudra pasai di Aceh, maka makin rame para ulama dan pedagang Arab datang ke nusantara (indonesia), Disamping berdagang mereka juga menyiarkan agam Islam, Fakta sejarah ini dapat diketahui berdasarkan data informasi yang dicatat oleh Tome'Pires, bahwa seorang musafir asal portugis menceritakan tentang penyebaran Islam antara tahun 1512 sampai tahun 1515 Masehi yang meliputi Sumatera, Kalimantan, jawa, hingga kepulauan maluku. Ia juga menyatakan bahwa pedagang muslim banyak yang bermukim di pesisir pulau jawa yang ketika itu masih penganut hindu dan bhuda maupun animisme dan dinamisme, para menyebar agama Islam berhasil mendirikan masjid-masjid dan mendatangkan para ahli agama dari luar sehingga jumlah mereka semakin bertambah banyak.
    Di beberapa tempat, para bupati yang ditugaskan di daerah pesisir oleh kerajaan Majapahit banyak yang kemudian memeluk agam Islam. Para bupaati tersebut memeluk agam Islam bukan hanya karena faktor politik yang sedang tidak stabil di pusat kekuasaan Majapahit, namun juga karena faktor hubungan ekonomi yang baik dengan para pedagang muslim. Hubungan dengan yang baik akhirnya memberikan kekuatan secara ekonomi bagi para saudagar muslim dan mengukuhkan keberadaan mereka sebagai mitra para bupati dan penduduk setempat. Kekuatan ini memberikan pengaruh secara social maupun psikologis yang dengan sendirinya memudahkan agam Islam dapat diterima oleh para bupati dan penduduk setempat. Karena pada saat itu hampir semua jalur strategis perdagangan internasional dikuasai oleh para pedagang muslim, maka mau tidak mau jika para bupati ingin memajukan daerahnya dari segi pembangunan ekonomi maka ia harus bekerjasama dengan para pedagang muslim

No comments:

Post a Comment