SUKSES

Sunday, December 31, 2017

Sejarah Pengumpulan Al-Qur'an

kali ini saya akan membahas mengenai sejarah pengumpulan Al-Qur'an
Pengumpulan Al-Qur'an:
    Di masa pemerintahan Khalifatur Rasul Abu Bakar ash-Shiddiq ra, terjadi perang yamamah yang mengakibatkan banyak sekali para qurra' atau para huffazh (penghafal Al-Qur'an) terbunuh. Akibat peristiwa tersebut, Umar bin Khaththab merasa khawatir akan hilangnya sebagai besar ayat ayat Al-Qur'an yang masih ada di lembaran lembaran .
    Zaid bin Tsabit ra berkata :
Abu bakar telah mengirim berita kepada ku tentang korban perang Ahlul Yamamah. Saat itu Umar bin Khaththab berapa di sisinya.
Abu bakar ra berkata, bahwa umar telah datang kepdanya lalu ia berkata: "sesungguhnya peperangan sengit terjadi di hari yamamah dan menimpa para qurra' (para huffazh). Dan aku merasa khawatir dengan sengitnya peperangan terhadap para qurra' (sehingga mereka banyak yang terbunuh) di negri itu. dengan demikian akan hilanglah sebagian dari Al-Qur'an.

Abu bakar berkata pada Umar : "Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum perna di lakukan oleh Rasul SAW ??''

Umar menjawab : ''Demi Allah ini adalah sesuatu yang baik."

Umar selalu mengulang-ulang kepada Abu bakar hingga Allah memberikan kelapangan pada dada Abu bakar tentang perkara itu. lalu Abu bakar berpendapat seperti apa yang dipandang oleh Umar.

Zaid bin Tsabit melanjutkan kisahnya. Abu bakar telah mengatakan kepdaku, "Engkau laki-laki yang masih muda dan cerdas. kami sekali-kali tidak perdna memberikan tuduhan atas dirimu, dan engkau telah menulis wahyu untuk Rasulullah SAW sehingga engkau selalu megikuti Al-Qur'an, maka kumpulkanlah ia."

Demi Allah seandainya kalian membebaniku untuk memindahkan gunung dari tempatnya, maka sunggu hal itu tidaklah lebih berat dari apa yang di perintahkan kepadaku mengenai pengupulan Al-Qur'an.

Aku bertanya: "bagaimana kalian melakukan perbuatan yang tidak perna dilakukan oleh Rasulullah SAW?"

Umar menjawab bahwa ini adalah suatu yang baik. Umar salalu mengulang-ulang perkataannya sampai Allah memberikan kelapangan pada dadaku seperti yang telah diberikannya kepada Umar dan Abu bakar ra.

Maka aku mulai menyusun Al-Qur'an dan mengumpulkannya dari pelepah kurma, tulang-tulang, dari batu-batu tipis, serta dari hafalan para sahabat, hingga aku dapatkan akhir surat At-Taubah pada diri Khuzaimah Al-Anshari yang tidak aku temukan dari yang lainnya, yaitu ayat:
لقد جااكم راسلون من أنفسكم أزيزن إليه ماء "أنتم حريشن إليكم بالمؤمنين روفر رحيم
Laqad jaaa`akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaiHi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu`miniina ra`uufur rahiim
Artinya:
sesunggunya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat tersa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS.At-Taubah[9]:128)

Pengummpulan Al-qur'an yang dilakukan Zaid bin Tsabit ini tidak berdasarkan hafalan para huffazh saja, melainkan dikumpulkan terlebih dahulu apa yang ditulis di hadapan Rasulullah SAW. Lembaran-lembaran Al-Qur'an tersebut tidak diterima, kecuali setelah disaksikan dan di paparkan di hadapan Rasulullah SAW. Tidak selembar pun diambil kecuali memenuhi dua syarat: 1) harus diperoleh secara tertulis dari salah seorang sahabat. 2) Harus di hafal oleh salah seorang dari kalangan saabat. Saking telitinya, hingga pengambilan akhir Surat At-Taubah sempat terhenti karena tidak bisa dihadirkan dua saksi yang menyaksikan bahwa akhir Surat At-Taubah tersbut di tulis di hadapan Rasulullah SAW, kecuali kesaksian Khuzaimah saja. para sahabat tidak berani menghimpun akhir ayat tersebut, sampai terbukti baha Rasulullah telah berpegang pada kesaksian Khuzaimah sebanding dengan kesaksian du orang muslim yang adil. Barulah mereka menghimpun lembaran yang disaksikan oleh Khuzaimah tersebut.

Demikianlah, walaupun para sahabat telah hafal seluruh ayat Al-Qur`an, namun mereka tidak hanya mendasarkan pada hafalan mereka saja.
Akhirnya, rampung sudah tugas pengumpulan Al-Qur`an yang sangat berat namun sangat mulia ini. Perlu diketahui, bahwa pengumpulan ini bukan pengumpulan Al-Qur`an untuk ditulis dalam satu mushhaf, tetapi sekedar mengumpulkan lembaran-lembaran yang telah ditulis di hadapan Rasulullah saw ke dalam satu tempat.
Lembaran-lembaran Al-Qur`an ini tetap terjaga bersama Abu Bakar selama hidupnya. Kemudian berada pada Umar bin Al-Khaththab selama hidupnya. Kemudian bersama Ummul Mu`minin Hafshah binti Umar ra sesuai wasiat Umar.

Sekian pembahasan kali ini, saya hanya menyebarkan yang saya tahu, sekian TERIMAKASIH.

No comments:

Post a Comment