SUKSES

Saturday, December 30, 2017

Masuknya Islam di indonesia (TeoriArab)

Jalur Masuknya Islam di Indonesia (Teori Arab):
Teori Arab:
   Teori Arab dalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia mengatakan bahwa Islam datang ke Indonesia secara langsung dari Arab, tidak melalui peratara bangsa lain. Beberapa bukti sejarah dikemukakan untuk mengetahui teori ini. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Makkah [Arab] sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7.
    Salah satu sejarahwan yang mendukung teori ini ialah prof.Hamka, dia menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriah [abad ke7-8 M] langsung dari Arab dengan bukti jalur perdagangan yang ramai dan bersifat internasional sudah dimulai melalui selat Mekka yang menghubungkan Dinasti tang di China [Asia Timur], Sriwijaya di Asia Tenggara, dan Bani Ummayyah di Asia Barat. menurutnya, motifasi awal kedatangan orang Arab tidak dilandasi oleh nilai-nilai ekonomi, melainkan didorong oleh motivasi spirit penyembaran agama Islam. Dalam pandangan Hamka, jalur perdangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum tarik Masehi.
   Hamka berpendapat bahwah pada tahun 625M, berdasarkan sebuah naskah Tiongkok yang dicatat oleh pendeta Budha I-Tin yang melakukan perjalanan dari caton menujuh india. perjalanan tersebut menggunakan kapal posse, dan pada tahun 674M ia singgah di bhoga [yang sekarang di kenal dengan palembang, sumatra selatan], di bhoga ia menemukan sekelompok bangsa arab yang telah bermukim di pantai barat sumatera 
[barus], sebagai orang orang Arab ini diceritakan melalukan perkawinan dengan wanita lokal, komunitas Arab ini disebutnya sebagai komunitas Ta-Shih dan pszze. Mereka adalah para pedagang yang telah menjalani hubungan perdagangan dengan kerajaan sriwijaya, karena dengan hubungan perdagangan itulah kemudian kerajaan sriwijaya memberikan daerah khusus untuk mereka.
    Selain Hamka, thomas W Arnold juga berpendagangbahwa, para pedagang bahwa, para pedagang Arab telah menyebarkan Islam ketika mereka menjadi pemain dominan dalam perdagangan Barat-Timur sejak abad abad awal hijriah atau abad ke-7 dan 8 masehi. meskipun tidak terdapat catatan catatan sejarah tentang kegiatan mereka dalam penyebaran Islam, namun ia berasumsi bahwa mereka juga terlibat dalam dalam penyebaran Islam kepad penduduk Indonesia. 
    Selain kedua tokoh tersebut, beberapa tokoh Sejarahwan lain juga mendukung teori ini, antara lain Uka Tjandrasasmita, A. Hasymi, Azyumardi Azra dan lain-lain. Selain informasi tersebut, Azyumardi Azra menambahkan, bahwa ditemukannya adaptasi-adaptasi lain yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah atas pengaruh bangsa Arab ini. Misalnya dari segi bahasa dan tradisi, seperti pada kata dan tradisi bersila yang sering dilakukan oleh bangsa Indonesia yang merupakan tradisi yang dilakukan oleh bangsa Arab atau Persia yang egaliter.

    Disamping alasan di atas, makam Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur semakin menguatkan teori ini. Fatimah binti Maimun bin Hibatullah adalah seorang perempuan beragama Islam yang wafat pada hari Jumat, 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M). Inskripsi nisan terdiri dari tujuh baris, dan berikut ini adalah hasil bacaan Jean Piere Moquette yang diterjemahkan oleh Muh. Yamin terhadap tulisan pada batu nisan tersebut:
  •  Atas nama Tuhan Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah
  • Tiap-Tiap makhlik yang hidup di atas bumi itu bersifat fana
  • Tetapi wajah Tuhan-mu yang bersemarak dan gemilang itu tetap kekal adanya
  • Inilah kuburan wanita yang menjadi syahid bernama Fatimah binti Maimun
  • Puter Hibatu'llah yang berpulang pada hari jumiyad ketika tujuh
  • sudah berlewat bulan Rajab dan pada tahun 495
  • yang menjadi kemurahan Tuhan Allah Yang Maha Tinggi
  • Bersama pula Rasulnya Mulia


Selain argumen di atas, Azyumardi menjelaskan lebih lanjut tentang masuknya Islam ke Nusantara. Menurut Azyumardi, Islam datang di Nusantara pada abad ke-7 M, namun baru dianut secara terbatas oleh para pedagang Arab yang berdagang di Nusantara, dan baru mulai tersebar dan dianut oleh masyarakat Nusantara pada abad ke-12, yang disebarkan oleh para sufi pengembara yang berasal dari Arab. Alasan ini dikuatkan oleh corak Islam awal yang dianut oleh masyarakat Nusantara adalah Islam bercorak sufistik, karena pada masa al-Ghazali (Dinasti Abbasiyah) muncul sufi-sufi pengembara yang bertujuan untuk menyebarkan Islam tanpa pamrih, maka sufi-sufi inilah yang disinyalir datang dan menyebarkan Islam di Nusantara.

sekian pembahasan kali ini, saya hanaya menyebarkan yang saya tahu dari buku, Sekian TERIMAKASI.

No comments:

Post a Comment