Penulisan AL-Qur'an:
ketika diturunkan satu atau beberpa ayat, Rasul SAW langsung menyuruh parah sahabat untuk menghafalkannya dan menuliskannya di hadapan beliau Rasulullah mediktenya kepada para menulis AL-Qur'an. para penulis Al-Qur'an menuliskannya ke dalam lembaran yang terbuat dari kulit, daun, kaghid, tulang yang tipis, pelepah kurma, dan batu batu tipis.
Mengenai lembaran lembaran ini Allah SWT berfirman :
راسلون منالاه يتلو شحفان مظاهره
Laa taktubuu ‘annii, wa man
kataba ‘annii ghairal qur`aani falyamhuHu
Artinya :
Janganlah kalian menulis dari aku. Barang siapa yang telah menulis dari aku selain Al-Qur'an hendaknya ia menghapusnya. (HR. Muslim).
Rasulullah tidak khawatir dengan hilangnya aya ayat Al-Qur'an karena Allah telah menjamin untuk memeliharanya berdasarkan nash yang jelas:
إناء نحن نزلنادز دزيكرا و إناء له لحفظهن
Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa laHu lahaafizhuun
Artinya :
Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr [15]:9).
Rasulullah SAW gembira dan ridha dengan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesarnya yang dapat digunakan sebagai hujjah terhadap orang-orang arab maupun orang-orang di seluruh duniah.
Ketika Nabi SAW wafat, Al-Qur'an secara keseluruhan sudah ditulis pada lembaran-lembaran, tulang-tulang, pelepah kurma, dan batu-batu tipis, dan di dalam hafalan para sahabat RA.
Sekian penjelasan saya, saya cuma menyebar luaskan yang saya tau TERIMAKASIH.
ketika diturunkan satu atau beberpa ayat, Rasul SAW langsung menyuruh parah sahabat untuk menghafalkannya dan menuliskannya di hadapan beliau Rasulullah mediktenya kepada para menulis AL-Qur'an. para penulis Al-Qur'an menuliskannya ke dalam lembaran yang terbuat dari kulit, daun, kaghid, tulang yang tipis, pelepah kurma, dan batu batu tipis.
Mengenai lembaran lembaran ini Allah SWT berfirman :
راسلون منالاه يتلو شحفان مظاهره
Rasuulun minallaaHi yatluu
shuhufan muthaHHarah
Artinya:
(yaitu) seorang utusan Allah (yakni Muhammad) yang membacakan lembaran lembaran yang di sucikan (Al-Qur'an) (QS. Al-Bayyinah [98]:2).
Rasulullah SAw mengizinkan kaum muslimin untuk menulis Al-Qur'an berdasarkan apa yang beliau dektekan kepada para penulis Al-Qur'an Rasulullah SAW Bersabda :
لا تكتبو أني و من كتب أني غيرل قرءان فاليمهه
Artinya :
Janganlah kalian menulis dari aku. Barang siapa yang telah menulis dari aku selain Al-Qur'an hendaknya ia menghapusnya. (HR. Muslim).
Rasulullah tidak khawatir dengan hilangnya aya ayat Al-Qur'an karena Allah telah menjamin untuk memeliharanya berdasarkan nash yang jelas:
إناء نحن نزلنادز دزيكرا و إناء له لحفظهن
Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa laHu lahaafizhuun
Artinya :
Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr [15]:9).
Rasulullah SAW gembira dan ridha dengan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesarnya yang dapat digunakan sebagai hujjah terhadap orang-orang arab maupun orang-orang di seluruh duniah.
Ketika Nabi SAW wafat, Al-Qur'an secara keseluruhan sudah ditulis pada lembaran-lembaran, tulang-tulang, pelepah kurma, dan batu-batu tipis, dan di dalam hafalan para sahabat RA.
Sekian penjelasan saya, saya cuma menyebar luaskan yang saya tau TERIMAKASIH.
No comments:
Post a Comment